Selangkangan oh selangkangan

“Betapa enak menjadi perempuan, tinggal membuka aurat maka lelaki akan bekerja keras memperebutkannya”

Begitulah sepenggal bait syair lagu dari The Panas Dalam yang berjudul “Cita-citaku”. Sebaris kalimat yang kalo diliat sekilas tidak lebih dari sebuah kalimat konyol biasa, namun kalo dicermati lagi sebenernya sangat dalem sekali makna kalimat itu. Wanita dibalik segala kelemah lembutannya, kemolekannya, keindahannya, tanpa pernah kita sangka dan kita duga ternyata menyimpan sebuah kekuatan besar, kekuatan yang kadang bisa menganggkat hidup seorang laki-laki, namun tidak jarang malah menghancur leburkan.

Banyak kasus runtuhnya martabat lelaki tangguh didunia ini ditangan perempuan. Prajurit Spartan berperang dengan menyerang kerajaan Troy hanya karena kecantikan seorang Helen, kemudian Bill Clinton yang harus terpuruk karena bermain-main selangkangan si Monica staffnya. Itu kasus yang di dunia internasional, yang dari lokalan juga gak kalah heboh, tentu sampeyan semua masih inget dengan Yahya Zaini yang harus dipecat dari DPR gara-gara selangkangan Maria Eva, kemudian Si Al Amin Nasution yang hancur karir dan rumah tangganya karena salah satunya oleh seorang perempuan.
Dengan banyaknya kasus kehebohan yang disebabkan oleh perempuan apakah ini puncak perjuangan emansipasi wanita oleh Kartini dulu itu? Saya bertanya-tanya apakah arwah Kartini akan tersenyum bahagia melihat “pencapaian” para kaumnya? Ataukah beliau akan bersedih karena “pencapaian-pencapaian” itu telah menyimpang dari tujuan perjuangannya semula??
Ah sudahlah,biarkan pula RA Kartini tenang di alamnya tanpa dibebani ulah-ulah kaumnya yang kelewat batas. Hanya satu pesan moral dari semua kasus-kasus itu, kita harus menghormati wanita, menghormati dalam arti seluruhnya. Karena wanita itu ibarat patung yang tampak cantik dan sempurna namun akan terlihat retaknya bila kita dekati (sungguh saya tidak mengerti maksud kalimat terakhir yang saya tulis..hahahahaha).

Guneman ini bukan untuk mendiskreditkan kaum perempuan dimanapun, namun sebaliknya, postingan ini untuk mengingatkan betapa kita kaum laki-laki harus menghormati perempuan dengan segala kehormatan mereka.

Ijinkan saya menutup guneman ini dengan penggalan bait dari band dan lagu yang sama di awal guneman ini.

“dimana ada kemauan di situ ada jalan, dimana ada kemaluan di situ ada persoalan”

Pos ini dipublikasikan di Aneh Tapi Nyata (Unik), Hoby. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s